Sabtu, 23 Oktober 2021

Polri Memastikan Tidak Ada Kebocoran Data eHAC

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Petugas protokol kesehatan memindai barcode e-HAC (Health Alert Card) para pelancong di tengah wabah Covid-19 sebelum mengarah ke tempat pengambilan bagasi di bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali (3/12/2020). Foto: Antara

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menyelidiki dugaan kebocoran data masyarakat yang ada di dalam sistem Electronic Health Alert Card (eHAC). Polri tidak menemukan adanya upaya pengambilan data pengguna pada server aplikasi itu.

“Hasil penyelidikan oleh ‘cyber’ Polri terhadap Kemenkes dan mitra Kemenkes, tidak ditemukan upaya pengambilan data pada server eHac,” kata Irjen Pol Argo Yuwono Kadiv Humas Polri sebagaimana dilansir Antara, Selasa (7/9/2021).

Argo menyebutkan, setelah memastikan tidak adanya temukan pengambilalihan data pengguna eHAC, maka bantuan penyelidikan oleh Siber Polri dihentikan.

“Iya dihentikan mulai kemarin,” ujar Argo.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, Argo memastikan aplikasi kartu kewaspadaan kesehatan versi modern yang dikembangkan Kementerian Kesehatan itu aman digunakan masyarakat.

“Ya aman,” kata Argo.

Argo pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi di mana fitur e-Hac yang terbaru sudah terintegrasi di dalamnya.

Sebelumnya, Anas Ma’ruf Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI menegaskan, data masyarakat yang ada di dalam sistem Electronic Health Alert Card (eHAC) tidak bocor dan berada dalam perlindungan.

“Data masyarakat yang ada di dalam eHAC tidak mengalir ke platform mitra. Sedangkan data masyarakat yang ada di platform mitra adalah menjadi tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik, sesuai dengan amanat UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Elektronik atau UU ITE,” kata Anas dalam konferensi pers daring, Rabu (1/9).

Anas mengatakan Kementerian Kesehatan berterima kasih atas masukan dari pihak yang memberi informasi adanya kerentanan sehingga bisa ditindaklanjuti demi menghindari risiko keamanan siber yang lebih besar.

Informasi kerentanan ditemukan pada platform mitra eHAC dilaporkan VPN Mentor, situs yang fokus pada Virtual Private Network (VPN), dan telah diverifikasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta diterima Kementerian Kesehatan pada 23 Agustus 2021.

Kemenkes kemudian menelusuri dan menemukan kerentanan pada platform mitra eHAC, melakukan tindakan dan perbaikan terhadap sistem mitra.(ant/iss/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat BBM Terbakar di Tol Pandaan

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Sabtu, 23 Oktober 2021
30o
Kurs