Jumat, 3 Desember 2021

Tiga Jurus Dinkes Atasi Stunting di Kota Pahlawan

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Febria Rachmanita Dinkes Surabaya beri tiga jurus cegah stunting. Foto: Humas Pemkot

Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mempunyai tiga jurus jitu untuk mencegah stunting pada anak-anak di Kota Pahlawan.

Febria Rachmanita Kepala Dinkes Kota Surabaya yang menjelaskan, jurus pertama adalah memberikan tablet Zat Besi (Fe) penambah darah pada remaja putri.

Menurutnya, pemberian tablet FE ini penting untuk menjaga kesehatan reproduksi remaja putri. Tablet ini bisa didapat di seluruh Puskesmas di Surabaya.

“Karena, ketika remaja putri menstruasi akan mengalami kekurangan Zat Besi. Sebab itu, selain mengkonsumsi tablet FE, remaja putri dianjurkan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan vitamin,” katanya, Minggu (17/10/2021).

Jurus kedua adalah edukasi pranikah bagi Calon Pengantin (Catin). Sasarannya adalah remaja yang beranjak dewasa, yang nantinya akan menikah.

Dinkes Surabaya bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) akan menggencarkan pendidikan pranikah bagi para calon pengantin ini.

“Orang tidak bisa menikah kalau belum dapat pendidikan pranikah. Tidak hanya itu, kesehatannya pun juga kami periksa melalui laboratorium untuk diketahui kondisi kesehatannya. Apakah normal kondisinya, terkena HIV atau tidak, thalassemia-nya normal atau tidak? Semua kami periksa,” katanya.

Tidak hanya Pendidikan pranikah untuk Catin, Febria menyebutkan jurus ketiga. Setelah pelaksanaan pernikahan pasangan suami istri (pasutri) akan terus dipantau kesehatannya.

Selain itu juga dengan memberikan pendidikan bagi ibu hamil. Pendidikan ini dimulai dari proses kehamilan sampai pemberian Air Susu Ibu (ASI) pada anak usia dua tahun.

“Pendampingan itu mulai dari pemberian asupan gizi saat hamil dan menyusui harus dipantau. Biasanya kan ada keengganan atau kurang percaya diri ibu, memberikan ASI kepada anaknya, padahal ASI itu penting untuk mencegah stunting,” katanya.

Menurutnya, pemberian ASI pada anak itu wajib dilakukan oleh Ibu selama enam bulan berturut-turut pasca-melahirkan. Karena selama enam bulan itulah, ASI memiliki kandungan gizi tinggi bagi anak.

“Jadi jangan menggunakan susu bubuk instan, sebaiknya ASI eksklusif supaya kebutuhan gizi anak tercukupi. Alhamdulillah Surabaya ini bayi usia 0-6 bulan yang diberi ASI eksklusif angkanya sangat bagus. 78 persen lebih dari angka nasional,” ujarnya.(wld/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
28o
Kurs