Jumat, 9 Desember 2022

WHO Desak Dunia Tetap Menggunakan Vaksin Covid AstraZeneca

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Peneliti di AstraZeneca. Foto: Twitter AstraZeneca

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (19/3/2021) mendesak dunia agar tetap menggunakan vaksin Covid-19 AstraZeneca, dan menambahkan rekomendasi seperti itu yang dikeluarkan oleh regulator Eropa dan Inggris setelah kekhawatiran muncul soal kasus pembekuan darah.

“Kami mendesak negara-negara untuk terus menggunakan vaksin Covid-19 yang penting ini,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus Dirjen WHO saat konferensi pers di Jenewa.

Imbauan itu disampaikan setelah panel keamanan vaksin WHO menyebutkan bahwa data yang tersedia mengenai suntikan AstraZeneca tidak menunjukkan peningkatan kondisi pembekuan darah secara keseluruhan.

Pekan ini, badan pengawas obatan-obatan Eropa dan Inggris juga mengatakan bahwa khasiat vaksin AstraZeneca lebih besar ketimbang risikonya. Pandangan para regulator itu mendorong banyak negara untuk melanjutkan pemberian vaksin tersebut.

“Vaksin AstraZeneca sangat krusial sebab merupakan 90 persen lebih dari vaksin yang didistribusikan melalui COVAX,” lanjut Tedros, merujuk pada inisiatif berbagi vaksin global yang dipimpin oleh WHO.

“Tak ada keraguan. Covid-19 adalah penyakit mematikan, dan vaksin buatan Universitas Oxford-AstraZeneca mampu mencegahnya. Penting juga untuk diingat bahwa Covid-19 itu sendiri dapat menyebabkan pembekuan darah dan penurunan kadar trombosit.”

Melalui pernyataan, komite penasihat global WHO untuk keamanan vaksin mengatakan vaksin AstraZeneca memiliki riwayat “manfaat-risiko yang positif” dan “potensi luar biasa” untuk mencegah infeksi dan mengurangi angka kematian.

Panel WHO, yang terdiri atas 12 ahli independen dan melakukan pertemuan virtual pada Selasa (16/3/2021) dan Kamis (18/3/2021), meninjau data keamanan dari Eropa, Inggris Raya, India, dan basis data global WHO.

“Walaupun kasus tromboemboli yang sangat langka dan asing digabung dengan trombositopenia, seperti trombosis sinus vena selebri (CVST), juga telah dilaporkan setelah imunisasi vaksin Covid-19 AstraZeneca di Eropa, belum diketahui secara pasti bahwa kasus itu disebabkan oleh vaksinasi,” kata panel.(ant/iss/ras)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
32o
Kurs