Kamis, 7 Juli 2022

Anggota DPR: Ada Oknum Melawan Kebijakan Presiden Soal Minyak Goreng

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Andre Rosiade Anggota DPR RI. Foto: Antara

Andre Rosiade Anggota Komisi VI DPR RI menduga, ada oknum yang sengaja melawan kebijakan presiden terkait ekspor crude palm oil (CPO) dan minyak goreng.

“Bahwa sudah terjadi perlawanan terhadap keputusan pemerintah, itu baru rencana (larangan ekspor) perlawanan sudah dimulai, gendang perang sudah dimulai di saat ekspor masih berjalan secara normal,” kata Andre saat Dialektika Demokrasi di Media Centre DPR RI, Jumat (20/5/2022) dilansir Antara.

Dia menganggap kebijakan larangan ekspor menunjukkan Joko Widodo Presiden sudah gerah dengan upaya yang selama ini dilakukan.

Andre mencontohkan, saat Jokowi mengumumkan larangan ekspor langsung membuat harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit anjlok. Padahal, ekspor CPO masih sempat berjalan.

Anggota Komisi VI itu mengingat lagi saat ada kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO) pada awal Februari lalu, langsung membuat minyak goreng langka saat itu.

Namun, saat Menteri Perdagangan (Mendag) melakukan sidak, maka tiba-tiba stok minyak goreng melimpah. Selanjutnya, ketika Mendag selesai sidak tiba-tiba minyak goreng langka lagi. Hal ini, kata Andre, dapat diartikan ada oknum yang sengaja melawan pemerintah.

“Jadi apa intinya, yang ingin saya gambarkan bahwa dugaan perlawanan oligarki pemerintah itu terlihat jelas, oligarki-oligarki itu melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah itu jelas,” ujar Andre.

Dia menyayangkan belum ditetapkannya tersangka, padahal sudah banyak indikasi oknum atau mafia yang membuat harga minyak goreng mahal saat itu.

Meski demikian, saat ini Andre merasa perlahan tetapi pasti masalah harga minyak goreng terlihat sudah bisa diatasi setelah Presiden mencabut larangan ekspor.

“Nah, di saat Presiden mencabut mengumumkan pidato kemarin untuk mencabut larangan ekspor dan efektif di hari, Senin (23/5/2022) depan, itu memang rata-rata harga minyak goreng curah nasional itu sudah di Rp17.200, Rp 17.300,” ungkap Andre.

Dia mengakui sudah ada penurunan karena jumlah minyak goreng curah yang disalurkan ke masyarakat juga sudah lumayan banyak, sudah 200 juta liter.

Andre juga menyambut baik saat Kejagung menetapkan Lin Che Wei yang menjadi tersangka baru di kasus ekspor CPO. Ia meminta Kejagung terus menelusuri kasus tersebut.

Meski tidak memiliki posisi di Kemendag, Lin disebut selalu turut dilibatkan dalam setiap pengambilan keputusan terkait minyak goreng. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 7 Juli 2022
27o
Kurs