Selasa, 25 Juni 2024

Wapres Perintahkan BKKBN Identifikasi Akar Masalah Penghambat Penurunan Stunting

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ma'ruf Amin Wakil Presiden memberikan arahan dalam Rapat Kerja Nasional Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Jakarta, Kamis (25/4/2024). Foto: Antara

Ma’ruf Amin Wakil Presiden menginstruksikan pihak-pihak terkait mengidentifikasi dan menavigasi faktor-faktor penghambat percepatan penurunan prevalensi stunting.

“Saya minta faktor-faktor yang menyebabkan capaian penurunan stunting semakin melambat dalam dua tahun terakhir ini, agar diidentifikasi dan dinavigasi,” ujar Wapres di Jakarta, Kamis (25/4/2024), dikutip Antara.

Demikian disampaikan Wapres Ma’ruf dalam arahannya pada Rapat Kerja Nasional Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 yang digelar oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), di Jakarta.

Wapres menekankan, pemerintah sudah menetapkan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional. Berbagai upaya telah dilakukan. Tapi, belum semuanya memberikan hasil baik.

Kiai Ma’ruf menilai, pengidentifikasian faktor penghambat percepatan penurunan stunting menjadi sangat penting, sebab stunting dapat mempengaruhi daya saing bangsa yang bertumpu pada mutu sumber daya manusianya.

Untuk itu, Wapres memerintahkan pencegahan stunting dilakukan sejak awal di tingkat keluarga, dengan memastikan pemenuhan gizi bagi setiap anggota rumah tangga, ASI eksklusif bagi bayi usia 0–6 bulan, akses sanitasi dan air minum yang aman, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pengasuhan yang layak.

“Keluarga juga harus lebih proaktif untuk mendapatkan akses layanan kesehatan, seperti pemeriksaan ibu hamil secara rutin, imunisasi, dan pemantauan tumbuh kembang bagi anak-anak secara berkala,” ujar Wapres.

Di sisi lain, Wapres juga meminta seluruh pihak terkait untuk fokus pada strategi dan pendekatan terhadap pencegahan terjadinya stunting baru, tanpa mengurangi intervensi pada anak stunting.

“Arahkan berbagai intervensi kebijakan pada hal-hal yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk mempercepat penurunan stunting,” kata Wapres mengimbau.

Lebih jauh, memasuki masa transisi dan pergantian kepemimpinan di tahun ini, Wapres mengingatkan agar komitmen dan visi pimpinan terhadap program penurunan stunting, baik di Pusat maupun daerah harus tetap terjaga.

“Mari jaga dan perkuat kerja sama, sinergi, dan kolaborasi, menuju Indonesia bebas stunting,” pungkas Wapres.(ant/azw/rid)

Berita Terkait

..
Surabaya
Selasa, 25 Juni 2024
28o
Kurs