Kementerian Pertanian mendata sebanyak 1.000 hektare lahan pertanian di Provinsi Jawa Timur berpotensi mengalami bencana kekeringan, dan mengancam hasil panen.
Hal itu disampaikan Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian dalam rapat koordinasi (rakor) kekeringan bersama Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Timur, Rabu (12/8/2026).
Amran menyatakan, upaya preventif harus segera dilakukan sebelum kekeringan semakin meluas dan memicu tanaman gagal panen atau puso.
Dari sekitar 1.000 hektare lahan yang berpotensi kekeringan, Amran menargetkan pemerintah provinsi dapat menekan angka puso maksimal lima persen atau sekitar 50 hektare.
“Yang kekeringan ini kita selamatkan. Nanti kalau betul-betul ada puso, kita harapkan puso itu maksimal dari yang terancam, ya 50 hektar maksimal,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

