Rabu, 12 Agustus 2026

1.000 Hektare Lahan Pertanian di Jatim Terancam Kekeringan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Andi Amran Sulaiman Menteri Pertanian (kiri) bersama Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jatim (kanan) saat rapat koordinasi (rakor) kekeringan di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Timur, Rabu (12/8/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

“Yang terkonfirmasi sudah ada dampaknya 229 hektare. 229 itu ada di Lamongan, Gresik kemarin juga ada, kemudian di Sidoarjo. Semua di 38 (kabupaten/kota) ini tapi variatif,” ucap Emil.

Untuk penanganan kekeringan berdasarkan hasil rakor, Emil meminta seluruh kepala dinas pertanian kabupaten/kota melakukan pendataan terkait pemetaan lahan, kondisi sumber air, hingga kemungkinan pembangunan sumur bor.

Emil menegaskan, data pemetaan sumber air dan lahan pertanian yang berpotensi kekeringan harus segera dikantongi. Sebab menjadi dasar untuk menangani persoalan.

Wagub Jatim menjamin, pemerintah akan memberikan intervensi berupa pompa, sumur bor, irigasi, hingga bantuan sarana produksi untuk mencegah kekeringan supaya tidak meluas.

“Makanya antisipasi cepat hari ini. Bu Gubernur langsung menyiapkan rapat ini untuk segera memetakan potensi air permukaan, pompanya nanti disediakan dari pusat, dan sumur bor juga kami petakan yang sudah matang data geolistriknya,” ucap Emil.(wld/ham/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2026
27o
Kurs