“Yang terkonfirmasi sudah ada dampaknya 229 hektare. 229 itu ada di Lamongan, Gresik kemarin juga ada, kemudian di Sidoarjo. Semua di 38 (kabupaten/kota) ini tapi variatif,” ucap Emil.
Untuk penanganan kekeringan berdasarkan hasil rakor, Emil meminta seluruh kepala dinas pertanian kabupaten/kota melakukan pendataan terkait pemetaan lahan, kondisi sumber air, hingga kemungkinan pembangunan sumur bor.
Emil menegaskan, data pemetaan sumber air dan lahan pertanian yang berpotensi kekeringan harus segera dikantongi. Sebab menjadi dasar untuk menangani persoalan.
Wagub Jatim menjamin, pemerintah akan memberikan intervensi berupa pompa, sumur bor, irigasi, hingga bantuan sarana produksi untuk mencegah kekeringan supaya tidak meluas.
“Makanya antisipasi cepat hari ini. Bu Gubernur langsung menyiapkan rapat ini untuk segera memetakan potensi air permukaan, pompanya nanti disediakan dari pusat, dan sumur bor juga kami petakan yang sudah matang data geolistriknya,” ucap Emil.(wld/ham/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

