Amran menjelaskan, penanganan kekeringan dibagi menjadi dua kategori lahan. Pertama, untuk lahan yang masih memiliki sumber air di sekitar sawah akan diperbantukan pompa supaya air dapat segera mengalir ke area persawahan.
Kemudian yang kedua, untuk lahan yang tidak memiliki sumber air permukaan akan dikaji untuk pembangunan sumur dalam maupun sumur dangkal.
“Yang pertama adalah yang ada air di sekitar sawah, kita berikan pompa, langsung. Yang tidak ada air, kita bangun sumur dalam, sumur dangkal,” ujar Amran.
Dalam rakor itu, Mentan juga mengungkap sebanyak 229 hektare lahan pertanian di Provinsi Jatim telah terkonfirmasi mengalami kekeringan. Sehingga, perlu segera dilakukan penanganan.
Untuk penanganan terhadap lahan yang telah mengalami puso, Amran memastikan pemerintah sudah menyiapkan bantuan benih tanaman dan traktor untuk pengolahan kembali lahan.

NOW ON AIR SSFM 100

