Rabu, 17 Juni 2026

142 Jemaah Haji Sakit Dipulangkan Lebih Awal ke Indonesia Lewat Program Tanazul

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Petugas melayani jamaah haji sakit yang akan dipulangkan lebih awal ke tanah air melalui program Tanazul. Foto: MCH 2026

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah memulangkan 142 jemaah haji yang mengalami gangguan kesehatan lebih awal ke Indonesia melalui program Tanazul.

Syougie Penanggung Jawab Evakuasi Tanazul Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah menjelaskan, program Tanazul diperuntukkan bagi jemaah yang dinyatakan layak terbang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.

“Program Tanazul ini merupakan program di mana jemaah haji atas indikasi medis dipulangkan lebih awal dari kloternya. Atau jika jemaah hajinya dirawat di rumah sakit dan kloternya telah pulang ke Indonesia, itu kita pulangkan,” ujar Syougie di Makkah, Selasa (17/6/2026).

Menurutnya, setiap pengajuan Tanazul harus melalui proses asesmen ketat untuk memastikan kondisi jamaah memungkinkan menjalani perjalanan udara jarak jauh. Faktor keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama dalam proses tersebut.

Tim medis melakukan evaluasi terhadap kondisi kesehatan jemaah, termasuk mereka yang memiliki penyakit penyerta maupun yang baru selesai menjalani perawatan di rumah sakit.

Setelah kondisi pasien dinilai stabil, KKHI akan berkonsultasi dengan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) sesuai penyakit yang diderita jamaah.

“Setelah dinilai stabilitasnya, akan kita konsulkan ke DPJP terkait. Misalnya dia ada masalah jantung kita konsulkan ke spesialis jantung, pasca-stroke kita konsulkan ke dokter saraf. Hasilnya dinilai apakah layak terbang atau tidak untuk diprogramkan mutasinya,” jelasnya dilansir dari Antara.

KKHI mencatat tingginya kebutuhan layanan tersebut selama operasional haji tahun ini. Hingga saat ini, terdapat sekitar 400 permohonan program Tanazul yang diajukan oleh jamaah maupun petugas kesehatan.

Namun, tidak seluruh permohonan berujung pada pemulangan lebih awal. Sebagian jamaah mengalami perbaikan kondisi kesehatan sehingga dapat kembali bergabung dengan kelompok terbang (kloter) asal dan pulang sesuai jadwal.

Berdasarkan data terbaru, sebanyak 142 jamaah telah berhasil dipulangkan melalui program Tanazul. Sementara itu, jumlah permohonan yang tercatat mencapai 334 pengajuan, ditambah 33 permohonan baru yang masuk pada awal pekan ini.

Syougie menegaskan seluruh jamaah yang akan dipulangkan tetap menjalani pemeriksaan ulang sebelum keberangkatan guna memastikan kondisi kesehatannya tetap stabil.

“Untuk jamaah sakit, kita akan nilai ulang kembali sebelum penerbangan,” katanya. (ant/saf/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 17 Juni 2026
27o
Kurs