Menurut CENTCOM, Amerika Serikat saat ini mengerahkan sedikitnya 19 kapal perang di Laut Arab, termasuk dua kapal induk serta satu kapal serbu amfibi yang membawa lebih dari 1.000 personel Marinir.
Selain itu, ratusan pesawat militer juga dilaporkan beroperasi di berbagai wilayah Timur Tengah.
Ketegangan di Selat Hormuz sendiri telah berlangsung sejak pecahnya konflik antara AS, Israel, dan Iran pada akhir Februari 2026.
Serangan terhadap kapal-kapal dagang membuat aktivitas pelayaran terganggu dan sempat memicu lonjakan harga minyak, pupuk, serta berbagai komoditas global.
Belakangan, Iran juga dilaporkan menyerang kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran dekat Oman, kawasan yang berada di bawah pengawasan militer Amerika Serikat.
Washington sebelumnya menyatakan siap membuka kembali jalur pelayaran tersebut apabila diperlukan, meski sejumlah analis menilai operasi semacam itu membutuhkan kekuatan militer yang jauh lebih besar. (saf/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

