Merespon adanya kejadian keracunan yang menimpa ratusan santri dan siswa di Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9/2026) lalu, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Surabaya ikut menerjunkan tim ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah.
Penerjunan tim itu bertujuan untuk mencari tahu penyebab keracunan yang dialami oleh santri dari Pondok Pesantren Manbaul Hikam dan siswa SMP/SMA Tribakti Sidoarjo.
Yudi Noviandi Kepala BBPOM Surabaya menerangkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo untuk menggali informasi terkait insiden keracunan itu.
“Kami menyimak bahwa cukup banyak korban kasus keracunan pangan yang terjadi. Kami juga prihatin. Kami telah diminta turun ke SPPG,” katanya, Kamis (3/9/2026).

Di SPPG Kalitengah, BBPOM Surabaya melakukan pemeriksaan sejumlah sarana dari peristiwa keracunan. Jika nanti penyebab keracunan itu sudah ditemukan, pihaknya berharap tidak ada kejadian serupa lainnya yang menimpa para siswa.
“Jadi kami bersama dinas terkait menggali informasi lebih lengkap guna menetapkan penyebab peristiwa keracunan. Kami juga ingin pastikan bahwa kejadian serupa tidak terjadi lagi,” ungkapnya.
Sebelumnya, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina Kepala Dinkes Kabupaten Sidoarjo menyebut bahwa pihaknya telah mengambil sampel muntahan siswa dan bahan makanan untuk diuji ke laboratorium kesehatan Surabaya.
“Kurang lebih (hasilnya) 1 minggu,” katanya lagi.
Ia menekankan, jika benar hasil lab menunjukkan penyebab dugaan keracunan karena produk olahan MBG, perlu investigasi SPPG soal kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“Kemudian kan ini dari makanan datang sampai dengan dikonsumsi itu kan ada batas waktunya. Nah, ini sudah betul atau tidak itu yang perlu kita investigasi dan tentunya bukan dari Dinkes saja. Eh, dari berbagai unsur termasuk dari BGN nanti diturunkan,” ungkapnya.
Adapun hingga kini, insiden keracunan yang dialami ratusan santri dan siswa itu belum ditentukan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penentuan ini, masih dilakukan pembahasan dan akan diputuskan bersama dengan Sekda Kabupaten Sidoarjo.(kir/bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

