Masyarakat tidak perlu panik menghadapi influenza. Mayoritas penderita dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease).
Namun, anggapan bahwa influenza sekadar penyakit ringan berisiko membuat masyarakat abai terhadap dampak kesehatan dan ekonomi yang ditimbulkannya.
Influenza terutama pada kelompok rentan, dapat menyebabkan komplikasi hingga membutuhkan perawatan intensif. Beban ekonominya tidak hanya berasal dari biaya pengobatan, tetapi juga kehilangan produktivitas akibat sakit, biaya pendampingan keluarga, hingga klaim asuransi untuk kasus yang membutuhkan rawat inap.
Tidak mudah mengetahui jumlah kasus influenza secara pasti di Indonesia. Hingga akhir September 2026, tercatat sekitar 1.527 kasus. Namun, angka tersebut dinilai hanya menggambarkan fenomena puncak gunung es (iceberg phenomenon) karena kasus yang tidak terdeteksi diperkirakan jauh lebih banyak.
Di sisi lain, positivity rate terkini mencapai sekitar 56-59 persen. Artinya, sedikitnya satu dari dua orang dengan gejala batuk dan pilek yang menjalani pemeriksaan dinyatakan positif influenza A.
NOW ON AIR SSFM 100

