Rabu, 7 Oktober 2026

Beban Ekonomi Influenza dan Pentingnya Vaksinasi

Laporan oleh Tim Redaksi
Bagikan
Ilustrasi - Dokter meyuntikkan vaksin influenza kepada pasien. Foto: iStock

Persoalannya, tidak semua orang dengan gejala tersebut memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Pemeriksaan swab nasofaring juga tidak selalu dilakukan.

Pemeriksaan influenza A membutuhkan biaya pribadi. Tes antigen setidaknya Rp200 ribu, sedangkan pemeriksaan yang lebih akurat menggunakan Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dapat mencapai sekitar Rp800 ribu.

Sementara itu, pengobatan influenza ditanggung BPJS Kesehatan. Dalam catatan medis, kasusnya biasanya dicatat sebagai ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) atau ILI (influenza-like illness). Keduanya didasarkan pada diagnosis klinis tanpa harus menyertakan hasil pemeriksaan swab nasofaring.

Jika menggunakan biaya pribadi atau asuransi non-BPJS, pengeluaran untuk influenza sangat bervariasi. Biaya konsultasi dokter umum, pemeriksaan penunjang, dan obat dapat mencapai sekitar Rp500 ribu-Rp800 ribu.

Beban tersebut meningkat drastis ketika pasien mengalami komplikasi hingga harus menjalani rawat inap intensif. Klaim asuransi untuk kasus semacam itu dapat menembus lebih dari Rp100 juta per kasus berdasarkan data 2025-2026.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 7 Oktober 2026
28o
Kurs