Rabu, 7 Oktober 2026

Beban Ekonomi Influenza dan Pentingnya Vaksinasi

Laporan oleh Tim Redaksi
Bagikan
Ilustrasi - Dokter meyuntikkan vaksin influenza kepada pasien. Foto: iStock

Penyakit saluran pernapasan tersebut menjadi salah satu penyebab utama absensi karyawan berdasarkan surat izin sakit dari dokter. Selain mempercepat pemulihan, izin sakit diperlukan untuk menekan risiko penularan di lingkungan kerja.

Kehilangan produktivitas akibat sakit dan absensi menjadi salah satu kontributor terbesar beban ekonomi tidak langsung bagi perusahaan maupun pekerja. Bagi pejabat negara atau pebisnis, kehilangan waktu beberapa hari juga dapat berdampak terhadap kepentingan orang lain.

Beban serupa dapat dialami keluarga ketika anak sakit hingga membutuhkan rawat inap. Orang tua harus menyediakan biaya, waktu, dan tenaga tambahan untuk mendampingi anak selama menjalani perawatan.

Di tingkat negara, anggaran untuk biaya pengobatan penyakit pernapasan diperkirakan mencapai sekitar Rp10 triliun hingga Rp13,7 triliun per tahun melalui BPJS Kesehatan.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat melakukan vaksinasi influenza secara rutin setiap tahun, terutama kelompok berisiko tinggi dan rentan. Status vaksin influenza saat ini sedang dikaji agar dapat masuk dalam Program Imunisasi Nasional (PIN).

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 7 Oktober 2026
28o
Kurs