Kemampuan evolusi virus influenza tergolong sangat tinggi karena dapat bertukar materi genetik antarsubtipe H dan N.
Salah satu contoh paling fenomenal adalah influenza A subtipe H1N1 yang bertanggung jawab atas pandemi flu Spanyol pada 1918. Pandemi tersebut diperkirakan menyebabkan kematian 20-100 juta orang di dunia.
Pada 2009, wabah H1N1 kembali terjadi. Virus turunannya, H1N1/pdm09, berasal dari babi dan dikenal sebagai penyebab pandemi flu babi. Angka kematian resmi yang dilaporkan mencapai 284 ribu orang di dunia, meski angka sebenarnya diduga jauh lebih tinggi.
Saat ini, kasus influenza di Indonesia didominasi influenza A H1N1/pdm09 dan H3N2 subclade K. Sementara itu, istilah ‘super flu’ merujuk pada influenza A subtipe H3N2 subclade K.
Vaksinasi sebagai ‘Asuransi Murah’
NOW ON AIR SSFM 100

