“Bekal pencarian kami berasal dari dokumen-dokumen yang ditemukan Jessie di rumah orang tua angkatnya di Belanda. Di situ ada surat kelahiran, minuta akta penyerahan anak, nama notaris, hingga para saksi,” ujar Harfi.
Sementara itu, Jessie mengaku mulai serius mencari ibu kandungnya sejak satu setengah tahun terakhir. Dia pertama kali datang ke Indonesia sekitar 20 tahun lalu, tetapi saat itu belum memiliki keinginan untuk mencari keluarganya.
Dalam kunjungan kembali ke Surabaya pada 2024 bersama istri dan anaknya, Jessie memperoleh dokumen pengadilan di Belanda yang menjadi petunjuk awal pencarian.
“Saya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Saya ingin bertemu ibu kandung saya, mengenalnya, memahami kisah hidup saya, dan mengetahui apakah saya memiliki saudara atau keluarga lain di Indonesia,” ujar Jessie.
Harfi menambahkan, tujuan utama Jessie bukan hanya menemukan ibu kandungnya, tetapi juga membangun kembali hubungan dengan keluarga biologis serta mengenal identitasnya sebagai orang Indonesia yang selama ini terputus akibat proses adopsi.
Suara Surabaya mengajak masyarakat yang mengenal atau memiliki informasi mengenai Anisa Solihin maupun dua saksi yang tercantum dalam dokumen tersebut untuk menyampaikan informasi guna membantu proses pencarian keluarga Jessie.(ham/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

