Menurut Teuku Faisal, musim kemarau yang lebih panjang dan kering berpotensi menekan produktivitas sektor pertanian apabila pola tanam tidak disesuaikan sejak awal.
“Yang kita takutkan adalah ketika terjadi gagal panen atau masyarakat enggan menanam karena menghadapi El Nino ini,” ujarnya dilansir dari Antara.
Selain mengatur jadwal tanam, BMKG juga mendorong petani menggunakan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering selama fenomena El Nino berlangsung.
Untuk memperkuat kesiapsiagaan petani, BMKG terus memberikan pendampingan melalui program Sekolah Lapang Iklim.
Program ini melibatkan dinas pertanian dan penyuluh pertanian lapangan guna meningkatkan pemahaman mengenai strategi budidaya yang menyesuaikan kondisi cuaca dan iklim.

NOW ON AIR SSFM 100

