Sabtu, 7 November 2026

BMKG Minta Petani Sesuaikan Pola Tanam Hadapi El Nino, Cegah Risiko Gagal Panen

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi Kekeringan. Foto: Grafis Suarasurabaya.net

Teuku Faisal menegaskan, dampak El Nino tidak akan dirasakan secara merata di seluruh Indonesia. Meski fenomena tersebut telah memasuki fase kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat, intensitas dampaknya tetap dipengaruhi dinamika atmosfer dan kondisi suhu permukaan laut di wilayah Indonesia.

Sementara itu, Tri Handoko Seto Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG mengatakan, penurunan curah hujan akibat El Nino juga dapat mengurangi pasokan air ke waduk yang selama ini dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, penyediaan air baku, hingga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama sejumlah instansi terkait melakukan operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan pasokan air di beberapa waduk strategis.

Selain menjaga ketersediaan air, operasi modifikasi cuaca juga diarahkan untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan dengan mempertahankan kelembapan kawasan gambut selama musim kemarau.

BMKG mencatat El Nino mulai aktif sejak Juni 2026 dan kini berada pada fase kuat dengan potensi meningkat menjadi sangat kuat.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Gundukan Kerikil di Bratang Binangun

Truk Terguling di Menjelang Sembayat

Pengerjaan Jalan, Lalu Lintas Menganti Macet

Eits, Miring

Surabaya
Sabtu, 7 November 2026
29o
Kurs