Teuku Faisal menegaskan, dampak El Nino tidak akan dirasakan secara merata di seluruh Indonesia. Meski fenomena tersebut telah memasuki fase kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat, intensitas dampaknya tetap dipengaruhi dinamika atmosfer dan kondisi suhu permukaan laut di wilayah Indonesia.
Sementara itu, Tri Handoko Seto Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG mengatakan, penurunan curah hujan akibat El Nino juga dapat mengurangi pasokan air ke waduk yang selama ini dimanfaatkan untuk irigasi pertanian, penyediaan air baku, hingga pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Sebagai langkah mitigasi, BMKG bersama sejumlah instansi terkait melakukan operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan pasokan air di beberapa waduk strategis.
Selain menjaga ketersediaan air, operasi modifikasi cuaca juga diarahkan untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan dengan mempertahankan kelembapan kawasan gambut selama musim kemarau.
BMKG mencatat El Nino mulai aktif sejak Juni 2026 dan kini berada pada fase kuat dengan potensi meningkat menjadi sangat kuat.

NOW ON AIR SSFM 100

