Ia menyampaikan dari pantauan kondisi masyarakat yang berada di luar zona bahaya masih aman dan terkendali, tetapi kesiapsiagaan terus diperkuat dengan koordinasi bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta pemerintah desa yang berada di lereng Gunung Semeru.
“Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG dan pemerintah desa untuk memastikan tidak ada warga yang beraktivitas di dalam radius bahaya sesuai rekomendasi yang sudah ditentukan seiring dengan status Siaga Gunung Semeru,” ujarnya.
Selain sarana pemantauan, BPBD juga menyiagakan personel di Pos Curahkobokan dan Pos Oro-Oro Ombo, kemudian penguatan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) serta kesiapan logistik juga dilakukan untuk mendukung langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat.
“Saya menegaskan bahwa kesiapan personel dan perangkat pemantauan perlu berjalan beriringan dengan kepatuhan masyarakat terhadap rekomendasi keselamatan,” tuturnya.
Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Aktivasi juga dilarang dalam radius lima kilometer dari kawah karena berpotensi terdampak lontaran material vulkanik.
NOW ON AIR SSFM 100

