Amalia Adininggar Widyasanti Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, angka backlog kepemilikan rumah dan kelayakhunian di Indonesia mengalami penurunan pada Maret 2026, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026, BPS mencatat persentase rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri turun dari 13 persen pada Maret 2025 menjadi 12,39 persen.
Sedangkan secara jumlah, rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri berkurang dari 9,64 juta menjadi 9,29 juta rumah tangga.
“Berdasarkan Susenas 2026 pada bulan Maret, kemudian kami memperbarui data backlog ini. Backlog satu yaitu jumlah dan persentase rumah tangga yang belum memiliki rumah, secara persentase mengalami penurunan dari 13 persen pada tahun 2025 bulan Maret menjadi 12,39 persen pada bulan Maret 2026,” ujar Amalia dalam Rilis Publikasi Statistik Perumahan Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026) dikutip Antara.
Selain kepemilikan rumah, BPS juga mencatat perbaikan pada backlog kelayakhunian. Kategori ini mencakup rumah tangga yang sudah menempati rumah milik sendiri, tetapi kondisi huniannya belum layak.

NOW ON AIR SSFM 100

