Jumat, 28 Agustus 2026

BRIN Kaji Penggunaan Singkong untuk Tangani Karhutla: Secara Teori Sangat Memungkinkan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Arif Satria Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026). Foto: Setpres

Arif Satria Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap pihaknya tengah mengkaji pemanfaatan singkong sebagai salah satu alternatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan hasil kajian, Arif menyebut secara teori penggunaan singkok dapat dimanfaatkan untuk menagani karhutla.

BRIN juga telah berkoordinasi dengan Polri untuk menyiapkan pemanfaatan teknologi tersebut dalam penanganan karhutla di berbagai wilayah.

“BRIN sudah mengkaji. Artinya secara teoritik itu memang sangat memungkinkan, dan BRIN sudah berkoordinasi dengan Polri dalam rangka untuk menyiapkan itu,” kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/8/2026) melansir Antara.

Menurut dia, saat ini BRIN masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait persiapan penerapan teknologi tersebut. Ia berharap hasil persiapan itu dapat segera diperoleh dalam waktu dekat.

“Persiapan seperti apa ini kami juga sedang terus kami tunggu update-nya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah ada hasilnya,” ujarnya.

Selain mengkaji pemanfaatan singkong, Arif mengatakan BRIN juga berkoordinasi dengan Polri dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam penanganan karhutla, termasuk melalui teknologi modifikasi cuaca.

Arif menyebut BRIN telah menemukan sejumlah material yang dinilai lebih efisien untuk digunakan dalam operasi modifikasi cuaca, di antaranya Jumakron dan natrium klorida (NaCl) berukuran 25 mikron.

“BRIN menemukan juga beberapa teknologi, material untuk modifikasi cuaca seperti Jumakron, NaCl 25 mikron yang memang itu lebih efisien untuk digunakan dalam teknologi modifikasi cuaca,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto Presiden mengatakan “ubi bombing” bisa menjadi alternatif untuk metode penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sehingga api dapat dipadamkan secara lebih cepat, efektif, dan menyeluruh.

Dalam rapat penanganan karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (24/8), Presiden meminta agar inovasi berbahan baku ubi atau singkong itu segera dikembangkan dan diuji coba dalam skala yang lebih besar.

Kepala Negara juga meminta kebutuhan anggaran produksinya segera diajukan sehingga pemerintah dapat mendukung proses riset, produksi, dan pengujian efektivitasnya.(ant/wld/faz)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Jumat, 28 Agustus 2026
28o
Kurs