Adapun rapat koordinasi itu digelar untuk mengantisipasi dampak sosial budaya, ketenteraman dan ketertiban umum, serta kesehatan masyarakat akibat maraknya penggunaan sound horeg di berbagai daerah yang mulai merambah Sidoarjo.
Dalam rapat tersebut, Burhanuddin Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo menyampaikan, aktivitas sound horeg perlu dilihat dari aspek keagamaan, sosial, dan kesehatan. Ia menilai sound horeg lebih banyak menimbulkan mafsadat atau keburukan daripada manfaat.
Dari aspek sosial, Burhanuddin mencontohkan adanya pedagang telur yang dirugikan karena telur dagangannya pecah akibat hentakan suara. Sementara dari aspek kesehatan, dentuman suara keras dinilai berpotensi mengganggu pendengaran dan kesehatan jantung.
“Sampai ada orang meninggal karena serangan jantung saat ada sound horeg,” kata Burhanuddin.
Sementara Gatot Soegeng Santoso Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo juga mendukung adanya pembatasan sesuai aturan.

NOW ON AIR SSFM 100

