Namun, keputusan tersebut belum meredakan aksi protes. Ribuan buruh tetap turun ke jalan karena menilai upah minimum saat ini sebesar 12.500 taka atau sekitar Rp1,8 juta per bulan tidak lagi mencukupi kebutuhan hidup.
Para pekerja menuntut kenaikan upah menjadi 30.000 taka atau sekitar Rp4,3 juta per bulan.
Mereka menilai kenaikan harga pangan, biaya tempat tinggal, transportasi, dan layanan kesehatan telah menggerus daya beli secara signifikan.
Di Dhaka, polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan demonstran yang memblokir salah satu persimpangan utama. Bentrokan juga terjadi setelah sejumlah demonstran melemparkan batu bata ke arah petugas.
Aksi serupa berlangsung di Gazipur, kawasan industri di pinggiran ibu kota Dhaka. Ratusan buruh memblokir jalan raya utama sehingga mengganggu arus transportasi di salah satu pusat manufaktur terbesar Banglades.
NOW ON AIR SSFM 100

