Persoalan upah ini menjadi perhatian serius karena industri pakaian jadi atau ready-made garment (RMG) merupakan salah satu penopang utama perekonomian Banglades.
Industri tersebut mempekerjakan sekitar empat juta orang dan menyumbang lebih dari 80 persen pendapatan ekspor negara itu.
Selain itu, sektor garmen berkontribusi sekitar 10 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Banglades.
Negara tersebut merupakan produsen pakaian jadi terbesar kedua di dunia setelah China dan menjadi pemasok berbagai produk fesyen bagi sejumlah merek besar di negara-negara Barat.
Di sisi lain, pelaku industri mengaku menghadapi tekanan biaya produksi yang semakin tinggi. Mereka juga harus berhadapan dengan gangguan pasokan gas dan listrik secara berkala serta ketidakpastian pasar energi akibat ketegangan di Timur Tengah. (saf/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

