Selanjutnya ada faktor kesalahan input atau informasi yang tidak lengkap dalam salah satu sumber data juga bisa berpengaruh. “Seharusnya di desil 3, di desil 2, enggak tahunya di desil 6 atau 7 karena ada kesalahan input, kesalahan tidak mau menjawab, dan lain sebagainya dalam satu (pendataan) kementerian,” jelasnya.
BPS juga menyoroti kemungkinan under reporting, yaitu ketika responden menyampaikan kondisi ekonominya lebih rendah dibandingkan keadaan sebenarnya. Persoalan ini muncul ketika petugas menanyakan penghasilan.
“Ya, mungkin itu juga menjadi under reporting atau tidak jujuran responden seperti itu,” ucapnya.
Menurut Kepala BPS Surabaya itu, memperoleh data pendapatan masyarakat memang tidak mudah. Terlebih saat ini banyak generasi Z (Genzi) yang bekerja di sektor informal, dengan nominal pendapatan tidak tetap.
“Sekarang ini Genzi didominasi oleh sektor kan GIG (lepas) ya, informalnya banyak sekarang. Jadi naik turunnya (penghasilan) belum tentu, sekarang gajinya Rp3 juta besok gajinya Rp6 juta, besoknya lagi tidak gajian karena informal tadi,” bebernya.

NOW ON AIR SSFM 100

