Selasa, 20 Oktober 2026

Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, BPS Ungkap Sejumlah Penyebabnya

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Arrief Chandra Setiawan (kiri) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya dan Antiek Sugiharti Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Surabaya saat mengisi program talkshow Semanggi Suroboyo membahas persoalan desil warga, Jumat (4/9/2026). Foto: Billy suarasurabaya.net

Selain banyak warga bekerja di sektor informal, sebagian responden juga enggan terbuka karena khawatir informasi pendapatan berkaitan dengan pajak. Padahal, ia menegaskan pendataan tersebut tidak berkaitan dengan penetapan pajak.

Hal serupa ditemukan ketika warga ditanya soal kepemilikan aset. Ada responden yang mengaku tidak memiliki aset, tetapi setelah datanya dipadankan dengan informasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), kepemilikan aset justru terdeteksi.

“Itu banyak yang bicara tidak jujur, tidak memiliki aset. Setelah di-cross check dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional), oh punya aset di mana-mana,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Arrief sekaligus meluruskan anggapan bahwa satu jenis aset atau besaran penghasilan tertentu, otomatis menentukan posisi desil seseorang.

Menurutnya, kepemilikan sepeda motor tidak otomatis membuat seseorang masuk kelompok desil tinggi. Begitu pula warga dengan penghasilan Rp3 juta per bulan belum tentu langsung masuk desil tertentu.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2026
35o
Kurs