“Kalau yang akan merger atau yang pindah itu 16. Jadi 10 tetap berjalan di tempat yang itu, terus yang 16 akan pindah seluruhnya ke permanen,” ujarnya.
Amiruddien melanjutkan, daya tampung ideal Sekolah Rakyat permanen mencapai 270 siswa per sekolah. Namun, komposisi jenjang pendidikan dapat berubah menyesuaikan hasil penjaringan calon siswa di lapangan.
“Bisa satu SD, empat SMP, empat SMA atau satu SD, tiga SMP, lima SMA. Pokoknya tetap 270 siswa per sekolah,” tuturnya.
Untuk memenuhi kuota tersebut, Dinas Sosial bersama Kementerian Sosial melakukan pendekatan dengan metode menjangkau masyarakat khusus desil 1 dan 2, bukan pendaftaran terbuka.
Data masyarakat itu berasal dari Kemensos berdasarkan data kemiskinan yang kemudian diverifikasi oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

NOW ON AIR SSFM 100

