Lebih lanjut, Amiruddien mengungkap proses penjaringan untuk jenjang SD menjadi tantangan dalam memenuhi kuota Sekolah Rakyat.
Dari hasil pantauan di lapangan, sebagian orang tua masih belum siap menitipkan anak usia sekolah dasar untuk tinggal di asrama. Hal itu membuat minimnya calon peserta didik di jenjang SD.
“Kesulitannya SD. Anak-anak SD itu masih terlalu kecil. Padahal Kemensos sudah punya standar, kelas 1 itu sekitar usia 7 tahun supaya tidak terlalu kecil,” katanya.
Selain faktor usia, dia menyebut pola penjangkauan yang dilakukan dengan mendatangi keluarga penerima manfaat juga membuat sebagian orang tua masih ragu untuk mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat.
“Kalau pendaftaran kan niatnya dari awal. Kalau karena dia didatangi, itu tidak sebetulnya dari hati. Maka ada beberapa yang belum siap menitipkan anaknya ke asrama,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

