Kamis, 9 Juli 2026

Dinsos Jatim Sebut Proses Pemenuhan Kuota Sekolah Rakyat Jenjang SD Masih Berjalan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Restu Novi Widiani Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur saat On Air di Suara Surabaya Centre Senin, (27/19/2025). Foto: Dimas Tri Agung P Mg suarasurabaya.net

Restu Novi Widiani Kepala Dinas Sosial Jawa Timur menyatakan, proses pemenuhan siswa Sekolah Rakyat (SR) jenjang SD masih berjalan. Hingga saat ini, penetapan calon siswa belum dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota.

Kadinsos Jatim menjelaskan, proses penjaringan calon siswa masih berlangsung melalui mekanisme jemput bola kepada keluarga desil 1 dan 2 yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Belum terpenuhi. Artinya ini belum penetapan calon siswa. Penetapan siswa ini belum selesai, masih dalam proses pemenuhan SD, SMP, SMA,” ujar Novi dikonfirmasi suarasurabaya.net, Rabu (8/7/2026).

Novi bilang, kuota Sekolah Rakyat di Jawa Timur pada tahun ajaran baru 2026/2027 mencapai sekitar 5.380 siswa atau meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.

Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, pemerintah daerah masih melakukan verifikasi dan penetapan calon siswa sebelum kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Pagunya 5.380. Saat ini masih berproses masa pengenalan siswa. Ketika masa pengenalan siswa itu, baru bisa dilakukan penetapan. Ini masih penetapan, SK bupati/wali kota juga belum ada,” katanya.

Namun, Novi belum bisa menyampaikan terkait jumlah siswa yang terdaftar di Sekolah Rakyat karena data masih terus bergerak hingga pertengahan Juli 2026.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur baru mengantongi jumlah pasti siswa sesudah menerima akumulasi data dari kabupaten/kota menjelang pelaksanaan MPLS.

“Nanti tanggal 13 itu saya baru bisa tahu kabupaten-kabupaten mana yang siap dengan jumlah siswa, yang masih 80 persen, yang masih 90 persen. Kalau sekarang saya belum bisa, karena masih bergerak datanya,” jelasnya.

Novi yakin kuota Sekolah Rakyat akan terpenuhi. Menurutnya, saat ini masyarakat mulai memahami konsep Sekolah Rakyat sesudah meninjau langsung fasilitas dan unit permanen.

“Sekarang sekolah rakyat kalau dulu kan rintisan, orang mau masuk enggak ngerti sekolahnya mana. Tapi sekarang sudah dibangun (Sekolah Rakyat permanen), sudah lihat. Orang tua juga sudah lihat ketika ada open house,” katanya.

Kegiatan open house menjadi salah satu upaya pemerintah dalam meyakinkan orang tua untuk melihat kualitas Sekolah Rakyat, termasuk menampilkan perkembangan siswa dari angkatan sebelumnya.

“Ini investasi sosial, bagaimana mendidik anak dengan akhlaknya, dengan kepintarannya untuk memutus rantai kemiskinan,” pungkas Novi.(wld/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Kamis, 9 Juli 2026
24o
Kurs