Senin, 7 September 2026

Dishub Jatim Sebut Kemacetan Ketapang Bukan Karena Kurang Kapal, Tapi Dermaga Terbatas

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Nyono Kepala Dishub Jatim saat ditemui di Gedung Negara Grahadi. Foto: Wildan suarasurabaya.net

Nyono mengatakan, keterbatasan dermaga membuat kendaraan logistik dengan bobot di atas 35 ton tidak bisa langsung dilayani seluruh fasilitas penyeberangan. “Kita butuh dermaganya yang harus ditambah. Jadi persoalan intinya itu,” ucapnya.

Kebutuhan penambahan dermaga, menurut Kadishub juga terlihat dari banyaknya kendaraan logistik di kantong parkir yang mengular ke jalan sehingga menyebabkan antrean panjang.

“Ribuan kendaraan di sana sampai mengular ke jalan, itu akibat kurangnya dermaga yang bisa mengakomodir kendaraan-kendaraan logistik yang berat, di atas 35 ton. Untuk itulah dermaga 2 milik PT ASDP itu ditingkatkan, dari 35 ton awalnya menjadi nanti 50 ton yang sekarang lagi dibangun, dengan yang lagi ada di Pelabuhan Gilimanuk,” ungkapnya.

Karenanya, Nyono menilai solusi jangka pendek saat ini sebetulnya bukan langsung menambah jumlah kapal operasional, melainkan meningkatkan ritase atau frekuensi perjalanan kapal yang dapat mengangkut kendaraan besar.

Dia juga mendorong optimalisasi skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB), yakni kapal tiba di Gilimanuk, membongkar muatan, kemudian segera kembali ke Ketapang tanpa menunggu muatan balik.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 7 September 2026
33o
Kurs