Senin, 7 September 2026

Dishub Jatim Sebut Kemacetan Ketapang Bukan Karena Kurang Kapal, Tapi Dermaga Terbatas

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Nyono Kepala Dishub Jatim saat ditemui di Gedung Negara Grahadi. Foto: Wildan suarasurabaya.net

“Kapal program TBB, tiba bongkar berangkat, yang bisa memuat kendaraan berat logistik yang besar, yang banyak sekarang ini di Ketapang, itu yang harus ditambah ritase-nya. Kami ulangi, bukan menambah kapal tapi menambah ritase,” tegasnya.

Barulah, kalau optimalisasi ritase belum mampu mengimbangi volume kendaraan, maka penambahan kapal tetap dibutuhkan. “Tapi kalau ritase itu belum cukup, kapalnya di sana existing enggak ada, ya itu yang perlu didatangkan kapal besar, yang untuk Dermaga LCM (Landing Craft Mechanized), untuk memuat kendaraan-kendaraan berat itu,” jelas Nyono.

Saat ini, ASDP juga telah menambah kapal yang dioperasikan dari sebelumnya sembilan menjadi 12 unit dan menjalankan sistem TBB untuk mempercepat penguraian antrean.

Namun, Nyono kembali menekankan penyelesaian jangka panjang tetap membutuhkan penambahan dermaga di kedua sisi penyeberangan. “Tapi ke depan harus ditambah dermaganya, terutama di Gilimanuk dan di Ketapang karena kurang,” katanya.

Selain optimalisasi ritase, Pemprov Jatim, kata Nyono, juga mendorong pemisahan kendaraan berdasarkan berat agar tidak seluruhnya masuk dalam antrean yang sama. Ia mengatakan pola stikerisasi sebenarnya sudah pernah diterapkan ketika terjadi kemacetan sebelumnya.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 7 September 2026
33o
Kurs