Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku Penistaan Agama di Ancol
Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:02 WIB
Prof. Usep Abdul Matin Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Dialog Publik bertema Transformasi-Reorientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama Abad 2 yang berlangsung di Kantor Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) komplek Amanatul Ummah, Surabaya, Rabu (12/8/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net
“Hasil penelusuran saya, KH Abdul Chalim adalah penggagas konsep Al-Mudarah, bukan hanya di NU, di Komite Hijaz, melainkan juga di Asia Tenggara bahkan di Asia,” kata Prof. Usep.
Dia menjelaskan, konsep Al-Hurriyah atau kemerdekaan merupakan bentuk respons KH Abdul Halim terhadap kondisi umat Islam di Hijaz pada era 1926.
Gagasan tersebut mengandung dua makna utama, yakni kemerdekaan dari penjajahan dan kemerdekaan dalam menjalankan mazhab.
Saat itu, para ulama Jawa dan Madura berkumpul untuk merespons kondisi di Hijaz setelah kekuasaan Raja Sharif Husein direbut Ibnu Saud di Arab Saudi.
Dalam pertemuan para ulama, KH Abdul Chalim mengusulkan supaya konsep Al-Hurriyah dicantumkan dalam surat yang akan disampaikan kepada Raja Ibnu Saud.