Rabu, 12 Agustus 2026

Guru Besar UIN Jakarta Ungkap Gagasan KH Abdul Chalim dalam Kemerdekaan Bermazhab

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Prof. Usep Abdul Matin Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Dialog Publik bertema Transformasi-Reorientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama Abad 2 yang berlangsung di Kantor Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) komplek Amanatul Ummah, Surabaya, Rabu (12/8/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Peristiwa disintegrasi itu terlihat dari runtuhnya kekuasaan Islam seperti Kerajaan Mughal serta penghapusan Khilafah Utsmaniyah oleh Mustafa Kemal Atatürk pada 1924.

Di tengah situasi tersebut, muncul gagasan untuk kembali membangun khilafah. Namun, KH Abdul Chalim memilih pendekatan berbeda yakni melalui Al-Mudarah atau politik untuk kemaslahatan manusia.

“KH Abdul Chalim tidak memilih khilafah, tetapi Al-Mudarah. Itu adalah politik lembut yang menarik manusia ke kemaslahatan dan mencegah manusia dari segala kemudaratan, baik di dunia maupun di akhirat,” jelasnya.

Prof. Usep menjelaskan, Al-Mudarah memiliki sejumlah lapisan gagasan. Salah satunya adalah hubbul wathan atau cinta tanah air yang menjadi dasar nasionalisme.

Kemudian KH Abdul Chalim juga menekankan pentingnya Al-Istisyara, yakni berkonsultasi dengan ulama ketika menghadapi persoalan khusus.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2026
27o
Kurs