Senin, 28 September 2026

Guru Besar UIN Jakarta Ungkap Gagasan KH Abdul Chalim dalam Kemerdekaan Bermazhab

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Prof. Usep Abdul Matin Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah dan Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Dialog Publik bertema Transformasi-Reorientasi Kepemimpinan Nahdlatul Ulama Abad 2 yang berlangsung di Kantor Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) komplek Amanatul Ummah, Surabaya, Rabu (12/8/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Isi surat tersebut meminta supaya Umat Islam diberi kebebasan menjalankan mazhab yang diyakini serta meminta makam-makam bersejarah, termasuk makam Nabi Muhammad SAW tidak dihancurkan.

“Hurriyah, merdeka dari penjajahan dan merdeka dalam bermazhab. Dan syarat daripada berdirinya Komite Hijaz adalah Al-Hurriyah,” ujarnya.

Surat Komite Hijaz kemudian mendapat respon dari Raja Ibnu Saud pada 1928. Menurut Prof. Usep, Raja Saud bersedia untuk menghormati Umat Islam yang memiliki mazhab berbeda serta tidak menghancurkan makam maupun situs bersejarah.

Gagasan tersebut, kata Prof. Usep, menunjukkan bahwa pemikiran KH Abdul Chalim memiliki pengaruh hingga tingkat internasional.

Selain gagasan Al-Hurriyah, Prof. Usep menyoroti konsep kedua, yakni Al-Mudarah. Pemikiran tersebut lahir di tengah situasi dunia Islam yang mengalami disintegrasi politik pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Senin, 28 September 2026
26o
Kurs