Dari dana operasional sekitar Rp3 miliar, sebagian besar disebut habis untuk biaya overhead, menyisakan sekitar Rp260 juta untuk mengisi barang gerai. “Kalau modal barangnya hanya Rp260 juta, barang yang dijual mungkin hanya minyak goreng dan mi instan yang dijejer. Lalu, bagaimana koperasi dapat menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp2 triliun lebih seperti yang disampaikan Presiden? Itu hanya menjadi mimpi,” tandasnya.
Desak Setop Sementara dan Audit BPK-KPK
Wasiaturrahma menyebut kritiknya terhadap tata kelola KDMP sudah ia tulis sebelum program berjalan, dan sempat viral. Ia mendorong pembangunan gerai yang belum terlaksana dihentikan sementara. “Mumpung persoalannya belum semakin panjang, pembangunan yang belum dilaksanakan sebaiknya dihentikan terlebih dahulu,” katanya.
“BPK dan KPK harus segera melakukan audit. Jangan sampai persoalannya berkembang seperti program MBG,” tegasnya. Gerai yang sudah berdiri pun, menurutnya, wajib diaudit. “Tidak boleh ada pengampunan karena dana yang digunakan merupakan uang rakyat,” tegasnya.
Ia juga mewanti-wanti risiko yang lebih luas: “Program ini juga dapat menimbulkan risiko krisis sistemik pada perbankan,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

