KH A Junaidi Hidayat, Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School (AIS) Jombang menilai KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin memiliki kapasitas memimpin Nahdlatul Ulama (NU) di abad kedua.
Gus Kikin yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur serta cicit KH M. Hasyim Asy’ari, menurutnya sosok yang kuat dalam bursa pemilihan Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Ia menceritakan bahwa Gus Kikin merupakan sosok yang dipercaya meneruskan kepemimpinan Pesantren Tebuireng, pesantren tempat KH Hasyim Asy’ari menyalakan obor peradaban Islam Nusantara, setelah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) wafat.
Menurutnya, proses tersebut berjalan penuh kehati-hatian karena sejak 2016 Gus Sholah telah memintanya mempersiapkan diri, melalui musyawarah keluarga besar keturunan KH Hasyim Asy’ari.
“Tebuireng bukan sekadar tempat mengabdi, melainkan penjaga sanad keilmuan dan tradisi yang menjadi ruh organisasi,” katanya, Jumat (28/8/2026).
Selain itu, ia mengatakan bahwa Gus Kikin juga dipercaya menjabat Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur menggantikan KH Marzuqi Mustamar, kemudian terpilih menjadi Ketua PWNU Jawa Timur periode 2024-2029.
“Gus Kikin punya kemampuan yang lebih utuh, beliau juga seorang pengusaha, punya kekuatan di bidang jaringan untuk bagaimana membangun. Di media juga beliau pernah punya media televisi,” ujarnya.
Pengalaman memimpin organisasi dan mengelola pesantren, serta rekam jejak di dunia usaha, menjadikannya figur yang memahami dua dunia sekaligus, keumatan dan kebangsaan, spiritualitas dan ekonomi.
“Seorang pemimpin di Nahdlatul Ulama itu sebagai sebuah organisasi besar, maka tidak hanya dibutuhkan kapasitas keilmuan di bidang agama, tetapi juga harus punya kemampuan secara utuh di bidang manajerial, kemampuan jaringan, kemampuan membangun kekuatan NU secara ekonomi, pendidikan, maupun pergerakannya,” jelasnya.
Sementara itu, KH Abdul Matin Djawahir, Wakil Rais PWNU Jatim menegaskan bahwa penugasan tersebut murni keputusan bersama.
“Ini bukan keinginan pribadi beliau. Kita tanya beliau siap atau tidak, katanya siap. Murni pendapat PCNU. Alhamdulillah seluruh PCNU bersama PWNU satu garis mengusung kiai,” ucapnya.
Gagasan tersebut, lanjut dia, berpijak pada fondasi organisasi, penguatan kembali Qanun Asasi sebagai dokumen dasar NU, serta NU yang berpijak pada adab dan politik kebangsaan.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sanad keilmuan dan persatuan di tengah tantangan zaman.
KH Abdul Matin Djawahir mengatakan bahwa sikap Gus Kikin terhadap mandat tersebut juga siap menjalankan amanah jika dipercaya oleh muktamirin, dan terus menjalin silaturahmi ke berbagai wilayah.(ris/bil/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

