El Nino Menarik Awan Hujan Menjauh dari Indonesia
Pada kesempatan itu, Dwikorita juga menjelaskan bahwa El Nino terjadi akibat perubahan suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian ekuator atau garis khatulistiwa tengah dan timur yang menjadi lebih hangat dibandingkan perairan Indonesia.
Perbedaan suhu tersebut membuat pembentukan awan hujan lebih terkonsentrasi di Pasifik, sehingga Indonesia mengalami penurunan curah hujan. “Jadi seakan-akan awan-awan hujan itu lebih direbut ke wilayah sana, di Indonesia kita jadi kekurangan,” katanya.
Kondisi itulah yang kemudian memicu kekeringan dengan dampak luas, mulai ketersediaan air berkurang, produkti pertanian terganggu, hingga gagal panen berujung kenaikan harga pangan.
Kekurangan air juga berpotensi mengganggu kebutuhan sehari-hari dan sanitasi. Pada saat bersamaan, udara yang semakin kering dan minimnya hujan dapat meningkatkan polusi serta risiko penyakit, termasuk gangguan saluran pernapasan dan diare.
Selain itu, ancaman lain yang paling perlu diwaspadai adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), karena vegetasi yang mengering jadi semakin mudah terbakar.

NOW ON AIR SSFM 100

