Menurutnya, El Nino memang anomali iklim global yang secara alamiah dapat terjadi. Tapi, perubahan iklim akibat aktivitas manusia juga memengaruhi kecenderungan fenomena tersebut jadi semakin sering dan kuat.
Untuk El Nino 2026, prediksi awal memperkirakan fenomena tersebut berlangsung hingga Oktober. Namun, berdasarkan pembaruan informasi BMKG yang disebut Dwikorita, dampaknya berpotensi bertahan lebih lama.
“Prediksi awal sampai Oktober. Namun, beberapa hari yang lalu BMKG memperbarui informasi hasil prediksinya, diprediksi sampai kuartal pertama tahun depan,” katanya.
Karena itu, selain menyiapkan modifikasi cuaca sebelum kondisi mengering, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air, menampung air hujan selagi masih tersedia, serta tidak membakar sampah maupun lahan selama periode kering.
Untuk wilayah Indonesia bagian utara itu masih ada hujan. Sehingga mumpung masih ada hujan, panenlah air hujan tadi, ditabung karena El Nino-nya mungkin belum mulai atau mencapai puncak. Yang masih ada hujan tabunglah air hujan itu di tandon-tandon, di embung-embung, atau di resapan-resapan itu,” pungkasnya. (bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

