Rabu, 16 September 2026

IHSG Menguat Dipicu Sikap Risk On Investor Seiring The Fed Tahan Suku Bunga

Laporan oleh Meilita Elaine
Bagikan
Pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/7/2026). IHSG pada perdagangan Senin (27/7) pagi dibuka melemah 10,63 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.185,80, dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat (24/7) yang berada di level 6.196,43. Foto: Antara

Di sisi lain, adanya indikasi dari pasar obligasi bahwa The Fed mungkin tertinggal dalam upaya menurunkan inflasi, karena bank sentral memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, juga menjadi faktor negatif yang memengaruhi pelemahan bursa AS.

Kevin Warsh Ketua The Fed menekankan, keputusan komite sangat penting, dan tidak akan ragu untuk bertindak. Namun pernyataan ini gagal meyakinkan pasar obligasi.

Sementara itu, harga minyak Brent dan WTI masing-masing ditutup menguat lebih dari 7 persen dan 6 persen di level 90 dolar AS per barel dan 84 dolar AS per barel, setelah Donald Trump Presiden AS mengatakan AS akan menyerang Iran dengan keras sebagai balasan atas upaya serangan mendadak terhadap pasukan AS di Timur Tengah.

Dari dalam negeri, BEI mengumumkan hasil evaluasi indeks IDXBUMN20 yang akan berlaku mulai 5 Agustus 2026 hingga 2 Februari 2027. Dalam evaluasi kali ini tidak ada perubahan konstituen, sehingga seluruh 20 saham tetap menjadi penghuni indeks.

Meski begitu, BEI melakukan penyesuaian jumlah saham untuk perhitungan indeks serta bobot masing-masing emiten.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Rabu, 16 September 2026
28o
Kurs