Iran menegaskan sikap tegas menghadapi tekanan Amerika Serikat dengan menyatakan siap mengerahkan seluruh kemampuan demi melindungi kepentingan nasional dan keamanan negara.
Pernyataan ini mencuat di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, termasuk ancaman terhadap jalur strategis di kawasan Teluk.
Abbas Araghchi Menteri Luar Negeri Iran menyampaikan hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Ishaq Dar Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan.
Dalam keterangannya yang disiarkan oleh Press TV, Araghchi menilai bahwa AS berulang kali melanggar janji yang telah disepakati selama setahun terakhir ini.
Ia juga menyebut soal agresi militer AS terhadap Iran saat proses negosiasi Maret dan Juni 2025, serta pelanggaran gencatan senjata yang sempat dimediasi oleh Pakistan.
“Ini adalah tanda-tanda jelas dari niat buruk dan kurangnya keseriusan dalam diplomasi,” kata Araghchi dilansir dari Antara.
“(Iran) akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk menjaga kepentingan negara dan keamanan nasional,” tambahnya.
Di sisi lain, Gedung Putih mengonfirmasi rencana pertemuan lanjutan dengan Iran. J. D. Vance Wakil Presiden AS dijadwalkan bertolak ke Pakistan bersama utusan khusus, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner, untuk melanjutkan pembicaraan.
Donald Trump Presiden AS menyebut pertemuan itu akan berlangsung di Islamabad pada Selasa (21/4/2026) dan berpotensi berlanjut hingga keesokan harinya. (ant/mar/saf/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
