Pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) memaksa industri media tak lagi bertumpu pada bisnis pemberitaan, namun harus terlibat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif yang mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah hingga menciptakan nilai tambah.
Kondisi industri media tersebut dibahas dalam acara Jatim Media Summit dengan tema Ekosistem Ekonomi Kreatif & Transformasi Beyond Media Jawa Timur yang digelar di Whiz Luxe Spazio Surabaya, Kamis (30/7/2026).
Forum tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi Jatim, pelaku industri media dan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk membahas masa depan media di era digital.
Suwarjono Editor in Chief Suara.com saat pembukaan menyampaikan bahwa paradigma bisnis media telah mengalami perubahan sehingga harus menjadi bagian dari perkembangan ekosistem ekonomi kreatif.
“Konten itu hanya salah satu modal. Media harus bergerak dengan ekosistem yang baru,” kata Suwarjono.
Dia menilai Jawa Timur memiliki peluang besar menjadi kekuatan baru dalam pengembangan ekonomi kreatif karena didukung ekosistem media yang terus berkembang.
Senada dengan itu, Dwi Eko Lokononto CEO Beritajatim.com mengungkapkan bahwa Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan potensi ekonomi kreatif terbesar di Indonesia.
Sebagai salah satu provinsi yang menjadi tumpuan ekonomi nasional, Jatim memiliki peluang besar dari sektor industri ekonomi kreatif dan media.
“Jatim menjadi provinsi yang paling kreatif di Indonesia. Ini menjadi modal untuk mendorong kemajuan bersama. Kekuatan Jawa Timur juga ada pada semangat kebersamaan,” katanya.
Sementara itu, Adhy Karyono Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur menilai dalam beberapa tahun terakhir industri media menghadapi perubahan besar dari segala lini.
Perubahan tersebut mulai dari pergeseran media konvensional menuju digital sampai perubahan perilaku masyarakat dalam mengonsumsi informasi.
“Kita sedang mengalami perubahan besar di industri media, berpindah dari konvensional ke digital, tapi bagaimana berita didistribusikan. Masyarakat juga berubah perilaku konsumsi,” ujar Adhy.
Namun di sisi lain, perkembangan AI juga menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi industri media. Adhy menilai potensi AI dapat dioperasikan dalam membantu kinerja media untuk mempercepat analisis informasi, namun tetap menekankan pentingnya tanggung jawab jurnalistik.
“AI bisa membantu menganalisis berita dengan cepat, tetapi media tetap harus menjaga akurasi, tanggung jawab, dan kepercayaan publik. Integritas menjadi fondasi agar industri media tetap berkelanjutan,” ujar Adhy.
Pada kesempatan itu, Adhy menyebut media memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas daerah melalui pemberitaan yang objektif dan profesional.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jatim tidak antikritik dan memandang media sebagai mitra strategis dalam pembangunan.
“Tanpa media, itu nonsense. Media harus tetap melihat dinamika di tingkat lokal. Stabilitas Jawa Timur juga merupakan kontribusi media yang memberitakan secara bertanggung jawab. Dampaknya bukan hanya pada informasi, tetapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.(wld/lta/ipg)







