“Child care ini bekerja sama dengan Save the Children dan Dinas Tenaga Kerja Jawa Timur. Tujuannya adalah menindaklanjuti pengembangan care economy. Dulu pekerjaan seperti pengasuh bayi, pengasuh anak maupun lansia sering dianggap pekerjaan sampingan. Padahal sekarang justru menjadi profesi baru yang sangat menjanjikan,” ujar Nurul dalam keterangan yang diterima suarasurabaya.net pada Jumat (7/8/2026).
Menurut Nurul, profesionalisasi tenaga pengasuh diperlukan agar layanan pengasuhan anak tidak hanya mengandalkan pengalaman atau naluri. Tenaga child care harus memahami tumbuh kembang anak, kesehatan, gizi, keselamatan, hingga aspek psikologis.
Pelatihan mencakup berbagai materi, antara lain tumbuh kembang anak, kesehatan, pertolongan pertama, pemenuhan gizi, komunikasi, kebersihan, soft skill, serta public speaking.
“Usia nol sampai enam tahun adalah usia emas. Semua yang dilihat, didengar dan dirasakan anak akan membentuk perkembangan mereka di masa depan. Karena itu pengasuh tidak cukup hanya mengandalkan naluri, tetapi harus dibekali ilmu, keterampilan, dan hati yang baik,” katanya.
Kadin Institute sebelumnya juga menyiapkan 20 instruktur yang mendapatkan pelatihan kompetensi teknis pengasuhan anak sekaligus metodologi pengajaran selama dua pekan. Para instruktur kemudian menjalani magang selama satu pekan di tempat penitipan anak sebelum mengikuti uji kompetensi.

NOW ON AIR SSFM 100

