Ketut juga menyatakan, jumlah korban dan total kerugian korban di luar kelompok ini, termasuk di luar Jawa Timur diduga jauh lebih besar.
Kemudian saat ditanya dari institusi mana oknum-oknum militer yang jadi perantara OP itu berasal, Ketut mengaku belum bisa membeberkannya.
“Saya tidak bisa sebutkan detailnya apakah instansinya seperti apa, tapi yang jelas salah satu instansi yang membawa para korban ini merupakan oknum dari instansi kemiliteran,” katanya.
Ia berharap pihak Polda Jatim dapat mengusut dan proses hukum laporan ini, supaya nama instansi-instansi yang dicatut tidak tercoreng, sekaligus meminta uang korban dikembalikan dan pelapor dihukum.
“Harapan saya selaku tim dan kuasa hukum berharap teman-teman kepolisian juga dapat turut serta membantu terkait prosedur ini dan juga laporan ini. Yang diinginkan para korban uang kembali dan juga hukuman untuk pelaku juga dapat dilaksanakan,” ucap Ketut.

NOW ON AIR SSFM 100

