Wahyu menilai sistem deteksi dini perlu diperkuat, bukan hanya melalui patroli rutin, tetapi juga dengan memanfaatkan teknologi seperti CCTV, kamera drone, dan foto udara.
“Deteksi dini tidak hanya melakukan patroli, tetapi harus menggunakan peralatan teknologi seperti CCTV, kamera drone, foto udara, sehingga memudahkan untuk mendeteksi dini titik api,” katanya.
Wahyu juga meminta masyarakat sekitar dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan TNBTS mematuhi ketentuan yang berlaku. Imbauan tersebut terutama berkaitan dengan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, potensi munculnya titik api baru harus diantisipasi karena kemungkinan kebakaran dipicu faktor alam dinilai kecil.
“TNBTS bukan hanya milik lokal atau nasional, tetapi Gunung Bromo menjadi pusat perhatian masyarakat dunia,” kata Wahyu.

NOW ON AIR SSFM 100

