Untuk memadamkan api, lebih dari 453 personel dari berbagai unsur dikerahkan. Mereka terdiri atas polisi kehutanan, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat peduli api.
Penanganan dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan kabupaten, kepolisian, serta TNI.
Purnomo mengatakan pemadaman sementara mengandalkan jalur darat karena helikopter yang dibutuhkan untuk operasi pengeboman air atau water bombing masih berada di Kalimantan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mengupayakan agar helikopter dapat segera didatangkan untuk membantu penanganan kebakaran.
Meski demikian, penggunaan helikopter tidak selalu bisa dilakukan dalam segala kondisi. Awan tebal dan angin kencang menjadi faktor yang dapat menghambat penerbangan, terutama ketika cuaca di kawasan pegunungan berubah dengan cepat.
NOW ON AIR SSFM 100

