“Pengalaman kami di periode-periode awal kebakaran, water bombing juga tidak selalu berhasil karena mengingat kondisi awan. Jadi kalau awannya tidak memungkinkan, helikopter tidak bisa terbang. Yang kedua, angin,” kata Purnomo.
Selain mempercepat pemadaman, petugas diminta mengutamakan keselamatan personel. Upaya lain yang dilakukan mencakup pembatasan pergerakan api melalui pembangunan sekat bakar serta penyediaan air bagi masyarakat terdampak. Langkah tersebut diperlukan karena kebakaran dilaporkan turut merusak pipa saluran air.
Di luar penanganan kebakaran, Dinas Kehutanan Jawa Timur juga terus menjalankan rehabilitasi hutan dan lahan untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan.
Purnomo menyebut, lebih dari 25.000 hektare lahan telah ditanami kembali selama lima tahun terakhir.
Program penghijauan tersebut dilaksanakan di berbagai wilayah, mulai dari kawasan pesisir dengan ekosistem mangrove hingga daerah pegunungan. Kegiatan rehabilitasi juga mencakup lahan di luar maupun di dalam kawasan hutan.
NOW ON AIR SSFM 100

