Kelelahan menjadi keluhan kesehatan yang paling banyak dialami muktamirin dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.
Rasiman Ahmad Ketua I Himpunan Perawat Nahdlatul Ulama (HIPNU) mengatakan, keluhan itu, terutama dialami peserta yang menempuh perjalanan jauh dari daerah asal menuju Jombang.
“Rata-rata sakitnya itu capek, kelelahan. Kemudian yang banyak itu hanya pegal linu. Ditambah mungkin karena perjalanan jauh, seperti yang dari Aceh, Sumatera, Nusa Tenggara, itu batuk pilek,” katanya di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada Jumat (28/8/2026).
Rasiman menyebut, sekitar 25 muktamirin sempat mendapatkan penanganan karena mengalami kelelahan di layanan kesehatan Universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA). Meski demikian, tidak ada peserta yang harus menjalani perawatan serius maupun dirujuk ke rumah sakit.
Kondisi tersebut, kata Rasiman, relatif terkendali. Para peserta yang sebelumnya mengalami kelelahan juga sudah kembali bugar dan mengikuti agenda sidang komisi.
“Jadi sudah berangkat semua ke sidang komisi,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan selama rangkaian Muktamar, HIPNU menerjunkan sekitar 65 perawat sebagai bagian dari Tim Kesehatan Muktamar.

Para perawat ditempatkan di enam venue dan disiagakan selama 24 jam di 10 tower yang menjadi tempat tinggal para utusan dan kiai.
Selain itu, HIPNU turut mendukung tiga posko kesehatan utama serta empat titik pelayanan kesehatan yang berada di ruang-ruang sidang.
Rasiman memastikan layanan kesehatan akan terus disiagakan hingga rangkaian Muktamar ke-35 NU berakhir pada 31 Agustus 2026 mendatang.
Ia juga mengatakan bahwa sejumlah rumah sakit di Jombang juga telah menyiapkan layanan apabila sewaktu-waktu terdapat muktamirin yang membutuhkan rujukan.
“Rumah sakit besar pun sudah menyiapkan, Rumah Sakit Umum Jombang, dan Rumah Sakit Ploso. Itu siap menerima rujukan,” pungkasnya.(ris/bil)

NOW ON AIR SSFM 100

