Selasa, 28 Juli 2026

Kematian Sutrimo Diduga Karumga Febrie, Polisi Belum Temukan Racun di TKP

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian Sutrimo, pria diduga penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga Febrie Adriansyah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Foto: Antara

Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri tidak menemukan indikasi racun dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) kematian seorang pria bernama Sutrimo di sebuah klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Belum diketahui detail identitas Sutrimo. Informasi yang beredar, Sutrimo adalah penjaga rumah atau malah kepala rumah tangga Febrie Ardiansyah eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

“Nggak, nggak, nggak,” kata Robby Pasha, Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan, secara singkat kepada wartawan di depan klinik Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (28/7/2026), seperti dilaporkan Antara.

Robby Pasha membantah adanya temuan racun di lokasi kejadian. Meski demikian, ia menegaskan belum dapat membeberkan hasil olah TKP maupun rincian barang-barang yang diamankan, mengingat proses penyelidikan masih terus berlangsung. Seluruh barang bukti yang diamankan rencananya akan dibawa ke Puslabfor Polri guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut dalam upaya mengungkap penyebab pasti kematian korban.

Robby Pasha menambahkan bahwa seluruh hasil pemeriksaan masih dalam tahap penyelidikan dan nantinya akan dijelaskan lebih lanjut oleh pihak Humas Polda Metro Jaya maupun pimpinan penyidik yang menangani kasus ini.

“Ada beberapa ya. Nanti sama Humas ya, sama Humas. Biar Humas yang jelaskan,” ucapnya.

Sebelumnya, kepolisian telah melakukan olah TKP terkait kematian Sutrimo di depan klinik tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, petugas mulai membuka garis polisi yang terpasang di pagar klinik kecantikan pada pukul 13.11 WIB. Sejumlah personel Tim Puslabfor yang mengenakan pakaian serba hitam terlihat memasuki halaman dalam klinik untuk melakukan olah TKP.

Petugas turut membawa sejumlah barang bukti, di antaranya kotak berwarna hitam, bantal dengan sprei berwarna hijau, serta beberapa barang lain yang dikemas dalam kantong plastik bening. Petugas kemudian membuka pintu masuk klinik sekaligus membuka garis polisi yang sebelumnya terpasang.

Suasana klinik saat olah TKP berlangsung tampak sepi dan dipenuhi dedaunan kering, mengindikasikan lokasi tersebut sudah cukup lama tidak dikunjungi. Sejumlah awak media turut memantau langsung proses olah TKP sembari menunggu perkembangan informasi terbaru. Proses olah TKP sendiri rampung dilakukan pada pukul 14.13 WIB.

Sebagai konteks, Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan tengah menyelidiki penyebab kematian Sutrimo, yang ditemukan tidak sadarkan diri di kawasan Kebayoran Baru pada Kamis (23/7).

Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterima, korban ditemukan tergeletak di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru.

Menindaklanjuti peristiwa tersebut, penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan saat ini masih terus mengumpulkan bahan keterangan guna mengungkap kronologi pasti kejadian tersebut.(ant/iss/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Muatan Menggunung

Surabaya
Selasa, 28 Juli 2026
31o
Kurs