“Keberhasilan sebuah kemitraan tidak diukur dari berapa banyak dokumen yang ditandatangani, melainkan dari program yang berhasil dijalankan bersama. Setiap kerja sama harus melahirkan luaran yang jelas, baik dalam bentuk penelitian, publikasi, mobilitas mahasiswa dan dosen, maupun kegiatan akademik lain yang memberikan manfaat nyata bagi semua pihak,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Sumiati juga memperkenalkan pendekatan co-creation, yakni model kolaborasi yang melibatkan seluruh mitra sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program sehingga kerja sama yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan dan tujuan bersama.
Pihaknya berharap, forum tersebut bisa membuka peluang lahirnya kerja sama baru yang mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional. (ris/saf/faz)

NOW ON AIR SSFM 100

