Kabar mengkhawatirkan lainnya datang dari lonjakan kasus influenza secara nasional. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI per 19 September 2026 patut menjadi tolok ukur kewaspadaan.
Proporsi spesimen positif influenza pada minggu ke-36 meningkat menjadi 51 persen. Padahal, sepekan sebelumnya ‘hanya’ 35 persen. Verifikasi tersebut didasarkan atas 185 analisis spesimen.
Influenza A subtipe H1N1 strain pdm09 mendominasi. Proporsi berikutnya ditempati H3N2 subclade K yang lebih dikenal dengan sebutan “super flu”. Sementara itu, influenza B (Victoria) terdeteksi hanya pada beberapa kasus.
Kini, hampir semua daerah di Indonesia juga melaporkan tren peningkatan kasus ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
Lantas, adakah relevansi antara karhutla, influenza A, dan ISPA?

NOW ON AIR SSFM 100

